Pengaruh Efisiensi, Azhari Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas

Share
Pengaruh Efisiensi, Azhari Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas

Bupati Buton Tengah, Azhari, menegaskan komitmennya untuk menekan anggaran perjalanan dinas di lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Tengah sebagai langkah efisiensi di tengah keterbatasan keuangan daerah.

Menurut Azhari, saat ini Buton Tengah menjadi salah satu daerah di Sulawesi Tenggara dengan alokasi perjalanan dinas kepala daerah yang relatif rendah dibandingkan daerah lain.

“Buton Tengah ini mungkin salah satu daerah yang perjalanan dinas bupati dan wakil bupatinya terendah di Sulawesi Tenggara,” ujar Azhari kepada awak media usai pelantikan pejabat, Rabu, 29 April 2026, di aula Pancana Kantor Bupati Buton Tengah.

Ia bahkan berencana menurunkan lagi anggaran tersebut ke depan, termasuk bagi dirinya, wakil bupati, hingga pejabat eselon II.

“Kalau sebelumnya bupati atau wakil bupati itu bisa 4 sampai 5 juta, ke depan tidak. Kalau perlu kita turunkan sampai 2 juta atau 1,5 juta saja. Begitu juga eselon II,” tegasnya.

Azhari menilai langkah ini penting agar penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Supaya betul-betul uang yang kita gunakan itu berguna. Daripada kita pergi perjalanan dinas, tapi di hotel ada niat untuk yang lain-lain, lebih baik kita kembalikan saja uang itu,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi saat ini tidak dalam situasi yang nyaman, baik bagi pemerintah maupun masyarakat.

“Sekarang ini tidak nyaman. Masyarakat kita juga merasakan, keuangan susah, masyarakat susah,” ujarnya.

Karena itu, Azhari meminta seluruh jajaran, termasuk camat yang baru dilantik, untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat di lapangan.

“Perhatian masyarakat, jangan sampai ada yang pingsan karena kelaparan. Kita harus edukasi masyarakat,” tegasnya.

Bahkan, Azhari secara terbuka mengungkap kondisi keuangan daerah yang menurutnya semakin terbatas.

“Sekarang Buton Tengah tidak ada uang. Kita harus jujur. Ini bukan terjadi di pemerintahan saya saja, tapi dari dulu sejak pemekaran,” katanya.

Ia menyebut, ruang fiskal yang tersedia saat ini sangat kecil dibandingkan periode sebelumnya.

“Sekarang uang yang bisa kita otak-atik tidak sampai 10 miliar. Dulu bisa sampai 100 miliar untuk pembangunan. Perjalanan dinas saja dulu bisa 6 sampai 7 miliar, sekarang tidak mungkin lagi,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Azhari menegaskan bahwa efisiensi anggaran menjadi langkah yang tidak bisa ditawar.
“Sekarang ini kita harus bersiap efisiensi,” ujarnya.

Azhari pun menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi dalam jabatan yang diembannya.

“Saya datang tidak ada niat untuk mencari uang dari jabatan ini. Saya berniat membangun daerah saya, itu saja,” tutupnya.

Reporter: Sadly