Ratusan Anak Buton Tengah Ikut Khitanan Massal dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Sebanyak 297 warga Kabupaten Buton Tengah mengikuti bakti sosial (baksos) berupa khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan di Gedung Kesenian Mawasangka, Senin (04/05/2026).
Jumlah peserta tersebut melampaui kuota awal yang disiapkan oleh panitia yakni sebanyak 200 orang. Dari total peserta, 127 warga mengikuti khitanan massal, sementara 170 lainnya menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi ibu hamil, anak-anak, hingga lansia.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Meski melebihi kuota, kami tetap memberikan pelayanan kepada semua peserta,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Buton Tengah, Hernawaty.
Membuka baksos tersebut, Bupati Buton Tengah, Azhari, mengapresiasi keterlibatan tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas dalam menyukseskan kegiatan itu. Ia juga menekankan pentingnya kegiatan serupa apabila dilakukan secara rutin sebagai langkah deteksi dini penyakit yang dialami masyarakat.
“Kalau kita mengetahui penyakit lebih awal, kita bisa melakukan pencegahan tanpa harus menunggu kondisi semakin parah,” kata Azhari.
Selain itu, Azhari juga mendorong Dinas Kesehatan untuk memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah kepulauan, khususnya Talaga Raya. Ia bahkan merencanakan penggunaan kapal ferry untuk mendukung distribusi obat-obatan dan peralatan medis.
“Nanti kita laksanakan kegiatan serupa di Talaga Raya menggunakan kapal ferry. Semoga rencana ini berjalan lancar,” ungkapnya.
Sementara itu, Hernawaty menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan berbagai organisasi profesi. Selain layanan kesehatan, tim medis juga memberikan edukasi serta bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Danyon TP 870 Sangiawambulu, anggota DPRD dari PKB Mutalib, serta sejumlah dokter spesialis yang ikut memberikan pelayanan langsung.
Reporter: Sadly