Matahari sore itu kian memerah. Di sebuah gubuk berukuran 6×4 meter, seorang perempuan tengah mengusap-usap rambut anak ketiganya yang berumur empat tahun. Perempuan itu adalah Wastini (38), seorang penjual ikan
Umed dan istri menenteng bekal makan siang potongan semangka menuju kebun sawit di Kecamatan Langgikima, Sulawesi Tenggara, Sulawesi, Oktober lalu. Matahari terik. Kebunnya berbatasan dengan jalan tanah pengerasan